watch

Kamis, 26 Mei 2011

Produksi Media Kimia


syntax
PRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA

Mata Pelajaran          : Kimia
Kelas/Semester           : XII/2
Pokok Bahasan         : Lipid

Model              : Kooperatif tipe TGT (Team Games Tournament)
Metode            : Ceramah, diskusi, tanya jawab, pemberian tugas
Teknik             : Kelompok

1.      Strategi Pembelajaran
1.1. Landasan Teori TGT
Pembelajaran kooperatif menciptakan tim-tim atau kelompok-kelompok yang bertanggung jawab untuk saling mengajar pengetahuan atau keterampilan khusus. Secara konseptual, siswa akan belajar lebih baik dan lebih banyak jika mereka harus atau bertanggung jawab untuk mengajarkan pesan atau informasi kepada yang lainnya (Azhar Arsyad, 2009: 87).
Dalam PBM akan dicoba salah satu model pembelajaran kooperatif dengan metode TGT, tekniknya, murid-murid yang kemampuan dan jenis kelaminnya berbeda disatukan dalam tim yang terdiri dari empat sampai lima orang anggota. Setelah guru menyajikan bahan pelajaran, tim lalu mengerjakan lembaran-lembaran kerja, saling mengajukan pertanyaan, dan belajar bersama untuk persiapan menghadapi suatu turnamen atau pertandingan, yang biasanya diselenggarakan sekali seminggu (Sri Rumini dkk, 2006: 113).
Pembelajaran kooperatif merujuk pada berbagai macam metode pengajaran dimana para siswa bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari mata pelajaran. “Dalam kelas kooperatif, para siswa diharapkan dapat saling membantu, saling mendiskusikan dan berargumentasi untuk mengasah pengetahuan yang mereka kuasai saat itu dan menutup kesenjangan dalam pemahaman masing-masing” (Robert. E Slavin, 2008: 4).
2.      Komponen TGT
Komponen yang digunakan Dalam model pembelajaran kooperatif dengan metode TGT, yaitu: Permainan (Game), Permainan disusun untuk menguji pengetahuan yang dicapai siswa dan biasanya disusun dalam pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan materi dalam presentasi kelas dan pelaksanaan kerja tim. Dalam PBM ini permainan yang digunakan dengan Teka-Teki Silang.
Dalam PBM ini permainan yang digunakan yaitu teka-teki silang. Teka-Teki Silang atau TTS merupakan salah satu sarana untuk dapat mengetahui dan mengingat pengetahuan yang kita miliki untuk dituangkan dalam jawaban pertanyaan yang ada baik dalam baris maupun kolom. TTS yang digunakan dalam metode TGT ini dimaksudkan selain ada unsur permainannya juga ada unsur pendidikannya. Dengan mengisi TTS diharapkan siswa mengerti dan paham akan materi pelajaran, khususnya materi Lemak
TTS dapat memberikan nilai positif bagi para siswa. Hal ini disebabkan karena dengan menjawab dan mengerjakan bersama, para siswa akan berlomba untuk dapat menemukan jawabannya dengan benar sehingga muncul kerja sama yang sehat. Rasa kebersamaan yang tinggi akan tumbuh karena pertanyaan yang dijawab benar akan memacu para siswa untuk menjawab pertanyaan lain dengan benar pula. Faktor ketelitian dan ketepatan sangat menentukan dalam pengisian TTS karena huruf-huruf dalam jawaban dapat mempengaruhi jawaban yang lain baik dalam baris maupun kolom. TTS yang digunakan dalam penelitian ini adalah TTS yang dibuat sendiri yang mengacu pada materi pokok Lemak.
3.      Langkah-langkah Pembuatan TTS
1.      Menginventarisir sejumlah kata yang akan diajarkan yang ada dalam kurikulum (Lemak). Kosa kata tersebut merupakan kata kunci yang akan diajarkan kepada siswa.
2.      Membuat kotak-kotak TTS baik secara mendatar maupun menurun dengan memperhatikan kotak-kotak yang dapat dimasuki oleh kata kunci. Kotak-kotak yang dibuat vervariasi.
3.      Memberi nomor secara mendatar berdasarkan awal kotak mendatar menurun berurutan dimulai dari nomor terkecil.
4.      Memasukkan Kata Kunci ke dalam tiap kotak-kotak TTS
5.      Membuat Pertanyaan yang Sesuai.
4.      Keunggulan dan Kelemahan
a.       Keunggulan
·         Bermain sambil belajar
·         Tidak membosankan
·         Siswa aktif, kreatif, inovatif
·         Membangkitkan motivasi
·         Peralatannya mudah diperoleh
·         Tidak terlampau mahal
b.      Kelemahan
·         Siswa yang sifatnya tertutup, akan mengalami masalah
·         Tidak semua siswa memahami prinsip permainan
·         Permainan didominasi pleh siswa tertentu
·         Diperlukan dalam jumlah banyak

3.      Langkah-langkah kegiatan
Langkah-langkah  yang dapat dilakukan pada saat pembelajaran TGT adalah sebagai berikut.
a)       Siswa dibagi dalam kelompok yang beranggotakan 4 anggota. Tim terdiri dari 5 anggota hanya apabila kelas tidak dapat dibagi habis  dengan 4 anggota. Untuk menempatkan siswa dalam kelompok, urutkan mereka dari atas ke bawah berdasarkan kinerja akademik tertentu dan bagilah daftar siswa yang telah urut itu menjadi 4. Kemudian ambil satu siswa dari tiap perempatan itu sebagai anggota tiap tim yang berimbang.
b)      Membuat lembar kegiatan TTS tentang  pelajaran yang akan diajarkan
c)       Guru menyampaikan atau membacakan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh tim, pada saat kelompok sudah terbentuk.
1)      Meminta semua anggota tim bekerja sama mengatur bangku atau meja kursi mereka, dan berikan kebebasan pada siswa untuk memilih nama kelompoknya.
2)      Membagi TTS atau materi belajar.
3)       Menganjurkan agar siswa pada tiap-tiap tim bekerja dalam duaan (berpasangan) atau tigaan.
4)      Memberi penekanan pada siswa bahwa mereka tidak boleh mengakhiri kegiatan belajar sampai mereka yakin bahwa seluruh anggota tim mereka dapat menjawab 100% benar TTS tersebut.
5)      Memastikan pada siswa bahwa TTS itu untuk belajar bukan untuk diisi dan dikumpulkan.
6)      Memberikan kesempatan pada siswa untuk saling menjelaskan jawaban mereka, tidak hanya saling mencocokkan jawaban mereka dengan lembar kunci jawaban itu.
7) Apabila ada pertanyaan, mintalah untuk bertanya pada teman dahulu dalam satu  tim sebelum ke guru.
8) Memberikan pujian kepada tim yang bekerja dengan baik sambil berkeliling melihat kerja tiap tim.
d) Bila tiba saatnya kuis, bagikan kuis itu atau bentuk evaluasi yang lain dan berikan waktu
yang cukup. Jangan mengizinkan siswa untuk bekerja sama pada saat mengerjakan kuis tersebut, sebab mereka harus menunjukkan bahwa mereka telah belajar sebagai individu.
e) Buatlah skor tim.
f) Berilah pengakuan dan penghargaan kepada prestasi tim.

RENCANA PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan                    : SMA
Mata PelajaranKelas/Semester : KIMIA/II
Materi Pokok                            : Lemak
Alokasi waktu                           : 2 x 45 menit
Pertemuan                                 : 1

A. Standar Kompetensi
 Memahami senyawa organik dan reaksinya, benzena dan turunannya, dan makromolekul.
B. Kompetensi dasar
Mendeskripsikan struktur, tata nama, penggolongan, sifat, dan kegunaan lemak
C.Indikator
§ Menuliskan rumus struktur  dan nama lemak dan minyak
§ Menggolongkan lemak berdasarkan kejenuhan ikatannya
§ Menjelaskan sifat fisik dan sifat kima lemak dan minyak
§ Menjelaskan  fungsi dan peran lemak dan minyak dalam kehidupan
D. Kelengkapan Materi Pembelajaran
1. Buku Siswa
2. LKS.
E. Model Pembelajaran
Model Pembelajaran : Cooperative Learning tipe TGT
Metode
: Ceramah, diskusi, tanya jawab, pemberian tugas
F. Kegiatan Pembelajaran
1. Pendahuluan
a)      Guru membagi siswa dalam beberapa tim yang beranggotakan 4 orang atau 5 berdasarkan kinerja akademik (sesuai model Cooperative Learning tipe TGT).
b)      Guru mengaitkan materi yang akan dipelajari siswa dengan pengetahuan awal siswa
c)      Guru menyampaikan tujuan pelajaran.




2. Kegiatan Inti
a)      Guru menyajikan pengetahuan deklaratif (menjelaskan)
b)      Guru menyajikan pengetahuan prosedural (menjelaskan)
c)      Guru mengecek pemahaman siswa.
d)     Guru membagikan lembar kegiatan siswa TTS untuk dikerjakan siswa
e)      Guru meminta beberapa pasangan siswa menyajikan hasil kerja pasangannya sedangkan pasangan lain diminta menanggapi.
f)       Guru memasangkan siswa yang tuntas dengan yang tidak tuntas untuk membahas soal yang belum bisa. Bagi siswa yang tuntas diharapkan membantu.
3. Penutup
a)      Guru membimbing siswa untuk merangkum pelajaran.
b)      Guru mengingatkan siswa untuk mengerjakan soal latihan mandiri dirumah
Contoh pertanyaan Word cross puzzle pokok bahasan lemak
1.      Suatu trihidroksi yang terdiri atas tiga atom karbon
2.      Molekul yang dapat mengikat dua molekul asam lemak dalam bentuk ester
3.      Ester asam lemak dengan gliserol
4.      Ester asam lemak dengan monohidroksi alcohol yang mempunyai rantai karbon panjang
5.      Gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk ester asam fosfat\
6.      Sumber fosfolipid
7.      Gabungan lipid dengan polisakarida
8.      Zat yang menyebabkan kestabilan suatu emulsi
9.      Ekstrak testes dalam bentuk Kristal
10.  Sterol yang penting dan terdapat dialam
11.  Salah satu hidrolisis klorofil
12.  Salah satu pelarut lemak
13.  C15H13COOH
14.  C17H31COOH
15.  Kuning telur

Sabtu, 26 Februari 2011

kiki hardiansyah test

Uraikan falsafah  Pendidikan secara ontologi, epistimologi, dan aksiologi.
Jawab:
Secara falsafah, dasar keilmuan itu meliputi:
Ontologi = apakah pokok telaah khususnya, yang membedakannya dengan dengan bidang telaah lain
Epistemology = cara atau prinsip intelektual untuk mencapai pokok telaah yang tersebut di ontology
Aksiologi = nilai-nilai yang menunjukkan kegunaan dari pokok telaah yang ditentukan
Dari definisi di atas, Teknologi Pendidikan dapat diuraikan secara
Ontology, Teknologi Pendidikan adalah teori dan praktek dalam desain pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan serta evaluasi proses dan sumber untuk belajar. Secara singkat teknologi pendidikan dikatakan sebagai proses untuk mempermudah orang belajar. Sedanngkan objek telaah khususnya adalah:
Revolusi komunikasi
Adanya si belajar
Adanya sumber belajar
Adanya kegiatan belajar
Adanya pengelolaan atas kegiatan belajar
Epistemology teknologi pendidikan mencakup usaha khusus terarah dan terencana bukan sekedar menambal-sulam kekurangan dan kelebihan. Banathy mengatakan, bukan hanya "doing more of the same", ataupun "doing it better of the same", melainkan "doing it differently" untuk menjamin hasil yang diharapkan (Banathy, 1991). Usaha-usaha tersebut dilakukan melalui beberapa pendekatan yaitu:
Pendekatan isomeristik: menggabungkan hal-hal yang sesuai dari berbagai bidang kajian,
Pendekatan sistematik: dengan cara berurutan dan terarah dalam memecahkan masalah.
Pendekatan sinergistik: menjamin adanya nilai tambah saat kegiatan dilakukan secara menyeluruh dibandingkan saat dilakukan snediri-sendiri.
Sistemik: pengkajian secara menyeluruh
Akisiologi, teknologi pendidikan memiliki nilai-nilai kegunaan sebagai berikut:
Tekad mengadakan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar
Keharusan meningkatkan mutu pendidikan (penyempurnaan kurikulum, penyediaan sarana pendidikan, peningkatan kemampuan tenaga pengajar melalui diklat).
Penyempurnaan system pendidikan dengan penelitian dan pengembangan sesuai dengan tantangaqn zaman dan kebutuhan pembangunan
Peningkatan partisipasi masyarakat dengan pengembangan dan pemanfaatan sumber pendidikan
Penyempurnaan pelaksanaan interaksi antara pendidikan dan pembangunan diman manusia dijadikan pusat perhatian pendidikan (Daoed Joesoef, 1980).
Jelaskan paradigma dalam proses perkembangan konsep TP
Jawab:
a. Ilmu dan pengetahuna berkembang dengan pesat dengan implikasi bagi kebanyakan orang untuk mengikuti perkembangan itu.
b. Pertambahan penduduk akan senantiasa terjadi meskipun dengan derajat perbandingan yang kian mengecil. Perkembangan penduduk ini membawa implikasi makin banyaknya mereka yang perlu memperoleh pendidikan.
c. Terjadinya perubahan-perubahan mendasar dan bersifat menetap di bidang social, politik, ekonomi, industri, atau secara luas kebudayaan, yang menghendaki re-edukasi atau pendidikan terus-menerus bagi semua orang.
d. Penyebaran teknologi ke dalam kehidupan masyarakat yang makin meluas. Masyarakat mengandung budaya teknologi, yang memengaruhi segenap bidang kehidupan termasuk di dalamnya bidang pendidikan.
e. Makin terbatasnya sumber-sumber tradisional sehingga harus diciptakan sumber-sumber baru dan sementara itu memanfaatkan sumber yang makin terbatas itu secara lebih berdaya guna dan berhasil guna. Termasuk dalam sumber tradisional ini adalah sumber insani untuk keperluan pendidikan.
Jelaskan 3 prinsip intelektual yang digunakan dalam mengkaji bidang garapan TP
Jawaban:
Integarsi secara sistematik ke dalam proses yang kompleks lagi terpadu
Teknologi pendidikan menggabungkan masing-masing tehnik dari berbagai fungsi tersebut secara sistematik ke dalam proses yang kompleks lagi terpadu, sehingga masing-masing tehnik serta hubungannya satu sama lain diorganisasikan dan dikelola untuk memecahkan masalah.
Permasalahan dan pemecahan yang menyeluruh
Teknologi pendidikan memandang masalah sekaligus pemecahannya sebagai suatau kebulatan proses belajar manusia, dan bukan melihatnya sebagian demi sebagian yang dapat diidentifikasikan dan diinplementasikan dengan menggunakan teknik-teknik tersendiri terpisah satu sama lain.
Efek sinergistik
Teknik intelektual teknologi pendidikan menghasilkan tenaga ekstra dalam usaha pemecahan masalah dan membuahkan hasil yang tidak dapat diramalkan sebelumnya berdasar atas apa yang dihasilkan oleh masing-masing fungsi jika beroperasi sendiri-sendiri terpisah satu sama lain.
kegiatan pembelajaran merupakan suatu system, jelaskan berbagai komponen system pembelajaran yang dimaksud. Kapan suatu system pembelajaran diharapkan berfungsi dengan baik?
Jawab:
Komponen system pembelajaran
komponen definisi contoh
Pesan Informasi yang akan disampaikan oleh komponen lain, berupa ide, fakta, makna dan data Materi yang diajarkan: matematika (limit), fisika (getaran), kimia (konsep mol)
Orang Orang-orang yang bertindak sebagai penyimpan dan atau menyalurkan pesan Guru, siswa, pembicara, trainer, peserta seminar, moderator, pemakalah
Bahan Media yang berisi pesan untuk disampaikan dengan menggunakan peralatan Software computer, transparansi, jurnal,
Peralatan Barang-barang/hardware yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang berisi bahan ajar OHP, whiteboard, computer, radio, audio video
Teknik Prosedur atau langkah-langkah tertentu dalam menggunakan bahan, alat, tata tempat dan orang untuk menyampaikan pesan. Simulasi, ceramah, diskusi, belajar-mengajar mandiri, belajar tim
Latar Lingkungan tempat pesan diterima oleh pelajar Fisik: gedung sekolah, perpustakaan, auditorium
Non-fisik: penerangan, sirkulasi udara, tata letak, akustik
System ini akan berjalan baik jika setiap bagian system melakukan fungsinya secara bersama-sama dengan efektif sesuai dengan tugasnya masing-masing untuk mencapai satu tujuan tertentu.

jelaskan 7 persyaratan profesi TP
jawab:
Latihan dan sertifikasi, dengan karakter:
Latihan dalam waktu yang lama diperlukan untuk mengembangkan spesialisasi dan teknisi dalam profesi tersebut.
Terdapat beberapa ketentuan tentang sifat-sifat latihan, baik melalui peraturan pemerintah maupun melalui suatu sistem akreditasi terhadap lembaga-lembaga latihan
latihan meliputi sifat dan isi pendidikan professional, standar sertifikasi, standard dan ketentuan peerimaan calon peserta latihan, serta penempatan (Finn, 1953)
Standar dan etika
Perumusan etika menunjukkan bagaimana anggota profesi itu harus bertingkah laku.
Seperangkat standar memberikan petunjuk mengenai bahan, peralatan, dan fasilitas yang digunakan oleh orang-orang dalam profesi tersebut.
publikasi kode etik dan buku petunjuk tentang standar tidak dapat member jaminan apa-apa.
Profesionalisasi terjadi jika dimungkinkan adanya pemaksaan yang kuat untuk melaksanakannya. (Finn, 1953)
Kepemimpinan
Kepemimpinan diperlukan untuk memanfaatkan setepat-tepatnya penemuan-penemuan yang ada sekarang dan melihat kecenderungan dimasa mendatang
kepemimpinan itu harus datang dari profesi itu sendiri.
Untuk melatih kepemimpinan itu sendiri, profesi tersebut harus mengetahui keadaan kita sendiri … kemana kita akan pergi dan mengapa. (Finn, 1960)
Asosiasi dan komunikasi
Organisasi profesi yang kuat diperlukan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan karakteristik lainnya, terutama standard dan etika, kepemimpinan, dan latihan.
Diperlukan adanya fasilitas komunikasi di antara sesama anggota profesi, komunikasi yang dilaksanakan melalui pertemuan, jurnal kualitas tinggi, konsultasi dan dengan saran-sarana yang lain (Finn, 1953)
Pengakuan sebagai profesi
Anggota profesi harus mempercayai adanya profesi dan bahwa mereka menjadi anggotanya. Eksistensi suatu profesi tidak dapat dipercayakan begitu saja kepada para pelaksana. Mereka harus menginginkan berdirinya dan mengakui pentingnya organisasi profesi. Mereka harus benar-benar menyadari akan keanggotaannya dalam organisasi profesi tersebut. Kesadaran ini dimanifestasikan dalam bentuk berdirinya asosiasi, terjelmanya ciri-ciri profesi lainnya, dan penghargaan masyarakat umum terhadap para pelaksana bahwa ada organisasi profesi dimana mereka menjadi anggotanya. Tanggung jawab profesi
Profesi itu harus mempertanggungjawabkan penggunaan teknik intelektual tersebut.
Profesi harus bertanggung jawab atas penggunaan teknik intelektual dalam bekerja di masyarakat.
Hubungan dengan profesi lain
Mungkin saja terdapat lebih dari satu profesi yang bekerja dalam bidang garapan teknologi pendidikan ini. Masing-masing profesi ini satu sama lain saling berhubungan - baiksecara eksplisit maupun implicit – dalam beroperasi di bidang garapan tersebut hubungan ini harus diketahui, didentifikasi, dan dikembangkan. (AECT,1986).
Uraikanlah pengaruh TP dalam kelembagaan pendidikan, berikan contoh setiap pengaruhnya.
Jawab:
Pengaruh TP pada lembaga pendidikan:
Mengubah tingkat pengambilan keputusan
Perubahan teknologi pendidikan yang awalnya hanya dianggap sebagai "alat bantu audiovisual" dan hanya berdampak pada pengambilan keputusan pada tingkat pelaksanaan kelas menjadi teknologi pendidikan yang memberikan dampak kepada pengambilan keputusan instruksional pada tingakat perencanaan dan penetuan kurikulum.
Penciptaan pola instruksional baru
Pola instruksional berubah dari pola tradisional di mana guru menjadi satu-satunya sumber meningkat menjadi pola instruksional di mana guru mulai menggunakan alat bantu untuk pengajaran, namun pada pola ini guru masih menjadi komponen instruksional yang utama. Pola instruksional selanjutnya meningkat menjadi pemanfaatan system instruksional yang lengkap meliputi pembelajaran bermedia di mana guru terlibat dalam merancang dan menilai system istruksional dan berinteraksi dengan si-belajar dengan suasana tanggung jawab bersama. Dan terakhir, pola instruksional yang dikembangkan saat ini adalah system instruksional berbentuk pelajaran bermedia yang berintraksi sendiri dengan si-belajar tanpa campur tangan sumber belajar.
Memungkinkan adanya alternative lembaga pendidikan
Teknologi pendidikan memungkinkan adanya alternative lembaga pendidikan yang berbeda dari sistemsekolah yang saat ini merupakan lembaga yang paling formal. Namun sekarang lahirlah antara lain, universitas terbuka, homeschooling, dan sekolah alam yang saat ini dapat menjadi alternative lembaga pendidikan.
Uraikanlah perbedaan antara pengembangan, pendidikan, dan pelatihan dilihat dari konsep TP dan berikan contohnya
jawab:
Pengembangan Pendidikan Pelatihan
Perbedaan pandangan dalam berinteraksi dengan factor internal dan eksternal mengembangkan kemampuan intelektual, konseptual, dan pemahaman social. Konsep yang dibuat sejalan dengan perencanaan aktivitas instruksional yang ingin dicapai lembaga profesi dalam waktu dekat ini
Bagian dari Manajemen sumber daya manusia. Itu juga menggambarkan strategi
organisasi untuk mengatur proses
Mengembangkan kinerja anggota profesi melalui proses belajar Biasa digunakan untuk proses departemental dan aktivitas pengembangan
Hasil akhir mungkin bertahan lama tetapi selalu menurun setiap saat Waktu relative lama Waktu relative singkat
Contoh: program pengembangan kemampuan customer service dalam meningkatkan pelayanan. Contoh; pendidikan formal, s1, s2 Contoh:pelatihan shalat khusyuk

jelaskan perbedaan teori belajar dan teori pembelajaran dilihat dari tuijuan, kondisi, dan strukturnya. Berikan 2 contoh proposisi dari teori belajar dan pembelajaran
jawab:
Teori belajar Teori pembelajaran
Bersifat deskriptif Bersifat preskriptif
Mendeskripsikan terjadinya proses belajar Mempreskriptifkan strategi atau metode pembelajaran yang optimal untuk memudahkan proses belajar
Menaruh perhatian pada hubungan di antara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar Menaruh perhatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar
Contoh proposisi:  
Jika ingin sehat, maka saya harus istirahat yang cukup Agar stmina tubuh kuat lakukanlah olahraga
Untuk seorang bayi: jika ingin makan maka saya harus menangis Agar mendapat hasil yang baik lakukanlah yang terbaik.

jelaskan perbedaan dari: model pembelajaran, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran. Berikan contoh setiap istilah.
Jawab:
Model pembelajaran:
merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Contoh: Model problem based instruction, yaitu model pembelajaran yang berlandaskan paham konstruktivistik yang mengakomodasi keterlibatan siswa dalam belajar dan pemecahan masalah otentik
Pendekatan pembelajaran
dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Contoh: Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
Strategi pembelajaran
adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
Contoh: strategi pembelajaran berbasis kompetensi
Metode pembelajaran
dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Contoh: metode pembelajaran diskusi kelas
Teknik pembelajaran
dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
Contoh: Teknik pembelajaran kooperatif yaitu, teknik pembelajaran kelompok yang terstruktur.
pendekatan system adalah salah satu cara yang digunakan para ahli TP untuk menemukan pemecahan masalah pembelajaran. Menurut saudara mengapa demikian? Berikansatu contoh penerapannya.
Jawab:
Hidup dan segala sesuatu di sekitar kita merupakan gabungan dari system dan sub-sistem. Seorang manusia adalah suatu sistem. Kehidupan manusia di dalam suatu keluarga adalah satu sistem. Manusia di dalam masyarakat juga sebuah system. Artinya tidak ada suatu komponen pun yang bisa berjalan jika tidak ada keterkaitan dengan komponen lain. System akan berjalan jika masing-masing komponen bergerak, berjalan secara terkoordinasi sesuai fungsinya untuk mencapai suatu tujuan yangg sama. Begitupula dengan pembelajaran. Ada system yang terbentuk dalam proses pembelajaran. Dalam system tersebut terdapat komponen-komponen yang jika salah satunya tidak berjalan dengan baik maka system tersebut pun tidak menghasilkan output yang terbaik. oleh karena itulah diperlukan sebeuah pendekatan system yang merupakan perangkat alat atau teknik yang berbentuk kemampuan dalam merumuskan tujuan secara operasional dan mengembangkan deskripsi tugas-tugas. Jadi pendekatan system ini dapat dikatakan sebagai operator terjalankannya system. Oleh karena itulah para ahli sering menggunakan pendekatan system dalam memecahkan masalah pembelajaran.